Cuaca Ekstrem Akhir 2025, Arab Saudi Diguyur Salju

POTRET BERITA — Fenomena cuaca tak biasa terjadi di Arab Saudi menjelang akhir 2025. Negara yang identik dengan iklim panas dan kering ini justru mengalami suhu dingin ekstrem, bahkan disertai hujan salju di sejumlah wilayah utara. Kondisi tersebut menarik perhatian publik karena mengubah lanskap gurun menjadi pemandangan ala musim dingin.

Pusat Meteorologi Nasional Saudi (National Center for Meteorology/NCM) menyebut gelombang udara dingin masih berpotensi berlanjut, dengan kemungkinan turunnya salju tambahan di area utara ibu kota Riyadh dan sekitarnya.

Salju Menyelimuti Jabal Al-Lawz dan Kota Tabuk

Salah satu lokasi yang paling menyita perhatian adalah Jabal Al-Lawz, gunung yang terletak di wilayah Tabuk, Arab Saudi barat laut. Pada pertengahan pekan lalu, puncak gunung ini tampak tertutup salju tebal dan viral di media sosial.

Jabal Al-Lawz yang berarti “Gunung Almond” berada di ketinggian sekitar 2.580 meter di atas permukaan laut. Setiap musim dingin, kawasan ini memang dikenal berpotensi mengalami hujan salju, namun intensitas tahun ini dinilai lebih mencolok.

Selain pegunungan, hujan salju juga dilaporkan turun di Kota Tabuk, wilayah yang dijuluki sebagai “Gerbang Utara” Jazirah Arab karena letaknya yang berdekatan dengan perbatasan Yordania.

Menurut laporan Saudi Gazette, NCM mengonfirmasi bahwa salju juga turun di beberapa wilayah dataran tinggi lain seperti Hail. Fenomena ini dipicu oleh sistem tekanan udara rendah yang melintasi kawasan Timur Tengah.

Tekanan rendah tersebut membawa kombinasi udara lembap dan suhu dingin secara bersamaan. Ketika mencapai wilayah dataran tinggi gurun, kondisi ini memungkinkan terbentuknya hujan salju, meskipun berada di negara dengan iklim dominan kering.

Penjelasan Ahli Meteorologi dan Astronomi

Dikutip dari Gulf News, astronom dari Taif Astronomical Sundial sekaligus anggota Arab Union for Space and Astronomy Science, Mohammed bin Reddah Al Thaqafi, menjelaskan bahwa hujan salju di Arab Saudi bukanlah fenomena yang sepenuhnya langka.

Ia menegaskan bahwa kejadian serupa kerap terjadi pada bulan-bulan musim dingin, khususnya saat terjadi peralihan musim. Wilayah tengah, utara, barat, dan barat daya Arab Saudi memang sering mengalami fluktuasi cuaca yang cukup ekstrem pada periode ini.

Para ahli meteorologi juga menyebut bahwa pola seperti ini tergolong normal dalam dinamika iklim regional, meski tetap tergolong jarang jika dibandingkan dengan negara-negara empat musim.

Turunnya salju di Jabal Al-Lawz dan sekitarnya kembali menjadikan kawasan Tabuk sebagai magnet wisata musiman. Hamparan putih yang menyelimuti gurun menciptakan pemandangan kontras yang jarang ditemukan, menarik minat penduduk lokal maupun wisatawan.

Meski begitu, otoritas setempat tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, mengingat suhu ekstrem dan kondisi jalan yang licin dapat meningkatkan risiko keselamatan.